Surabaya, Kompas.TV Jawa Timur - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menanggapi usulan DPR RI terkait kajian sertifikasi bagi pendakwah. Haedar menekankan pentingnya pembahasan yang matang dan tidak terburu-buru, serta didasari oleh kekuatan keagamaan, bukan karena munculnya kasus atau polemik tertentu.
Pernyataan ini menyusul kontroversi yang melibatkan Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) setelah aksinya yang dianggap mengolok-olok penjual es teh viral di media sosial. Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, meminta Kementerian Agama melakukan sertifikasi pendakwah untuk memastikan mereka memiliki kapasitas yang memadai dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan.
Haedar Nashir menyampaikan pandangan ini usai menghadiri pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).
Editor : Muhammad Bisri Affandi