Lebih lanjut Akhmad Soleh juga menjabarkan pihaknya, tidak jarang memberikan pembekalan berupa sosialisasi terkait pencegahan kekerasan hingga sosialisasi anti narkoba, dengan menggandeng instansi atau lembaga terkait.
"Awal ajaran kita undang kepolisian dan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk memberikan sosialisasi ke siswa. Ada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling (BK) 1 jam pelajaran untuk memberikan motivasi dan lainnya. Kami juga ada tata tertib anti kekerasan," tutup Soleh.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Sosial terus melakukan berbagai upaya penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tercatat di tahun 2024, terdapat 640 kes kekerasan pada anak dan perempuan kendati jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Editor : Wahyu Anggana