"Tiga kali dia meminta nomor saya. Dua kali saya tolak, akhirnya yang ketiga saya izinkan," lanjutnya.
Setelah bertukar kontak, komunikasi antara keduanya berlanjut melalui WhatsApp. Isa Zega bahkan mengajak Shandy bertemu di Jakarta. Namun, karena saat itu ia berada di Malang, Shandy menolak ajakan tersebut.
Menurut Shandy, setelah penolakan itu, Isa mulai melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya dan brand MS Glow. Dalam unggahan Instagram Story, Isa menyebut bahwa pemilik MS Glow adalah dalang huru-hara skincare.
"Saya sempat bertanya, kenapa mengatakan hal itu? Isa bilang karena belum bertemu saya," jelas Shandy.
Akibat persoalan ini saksi pelapor Shandy Purnamasari dalam kesaksiannya mengaku mengalami trauma akibat perkataan Isa Zega di media sosial yang bernada menyudutkan dirinya. Menurutnnya setiap hari terdakwa melakukan bullying, dan fitnah hingga dirinya mengalami pendarahan sebanyak tiga kali saat hamil enam bulan.
"Pada unggahan story Instagram Isa Zega juga terlihat ada kandungan takaran zat tertentu yang terhadap produk MS Glow oleh selebgram Isa Zega," kata Shandy.
Selain itu Shandy menyebut, bullying dan fitnah yang dilakukan transgender bernama asli Adrena Isa Zega itu, di antaranya memelesetkan namanya dengan sebutan shaun the sheep serta menyumpahi anak yang sedang dikandungnya cacat.
Yang lebih menyakitkan, saat dirinya sedang hamil enam bulan, Isa diduga mengunggah doa agar anak Shandy terlahir cacat.
Editor : Wahyu Anggana