Kompas TV surabaya raya berita daerah

Media Massa Berperan Penting Kawal Industri Hulu dan Hilir Migas

Rabu, 9 November 2022 | 17:43 WIB
media-massa-berperan-penting-kawal-industri-hulu-dan-hilir-migas
Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain (kiri) menerima cinderamata dari Presiden Director Petronas Yuzaini Md Yusof. (Sumber: Dok. Istemewa )

Kuncinya para pelaku industri migas tidak alergi dengan media massa di era informasi keterbukaan sekarang. Bahkan media massa arus utama sangat penting untuk mengkonfirmasi atau membantah kabar-kabar yang muncul secara liar di media sosial. Kehadiran media massa sangat dibutuhkan pada situasi saat ini

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi industri migas saat ini adalah krisis di Eropa.

 "Krisis Geopolitik Rusia - Ukraina yang memicu sanksi  dari Uni Eropa dan AS terhadap Rusia menyebabkan terganggunya faktor fundamental  supply - demand," katanya.

OPEC berupaya untuk mengendalikan produksi untuk  menyeimbangkan permintaan dan harga minyak dunia. Namun potensi resesin global yang berpotensi menurunkan tingkat permintaan global. Bank Sentral beberapa negara yang akan menaikkan  suku bunga berpotensi menyebabkan perlambatan  ekonomi global.

Sementara itu banyak potensi migas di Indonesia yang perlu mendapat perhatian. Terhitung sejak akhir 2021, terdapat 128 basin, 68 di antaranya un-drilled atau belum dibor. Cadangan produksi lapangan migas di Indonesia tercatat 2.44 BBO and 43.6 TCF, berdasarkan data 19 Januari 2021.

"Sekitar 70 persen wilayah kerja migas produksi telah  mengalami penurunan produksi alamiah. Sementara biaya produksi dan pemeliharaan mature  fields terus meningkat sejalan dengan  penurunan kemampuan produksinya," kata Komaidi.

Riset Inter-American Development Bank (IDB)  2020 menemukan bahwa pemberian insentif  untuk mature fields dapat menambah umur  keekonomian proyek rata-rata 30 tahun. Saat ini sekitar 52 persen atau 40 WK migas produksi merupakan mature fields. Sebanyak 36 WK berumur 25-50 tahun dan 4 WK berumur lebih dari 50 tahun.

"Perbaikan fiskal dan  insentif masih  diperlukan untuk  meningkatkan investasi  migas ke depan dalam  mencapai target 1 Juta BOPD Minyak dan  12 BCFD Gas di tahun  2030," kata Komaidi. Namun ternyata iklim investasi migas di Indonesia dianggap kurang menarik.

Editor : Luky Nur Efendi




BERITA LAINNYA


Close Ads x